Tuesday, June 17, 2008

Wahai Muslimah...

Wahai Muslimah
Kelumbungmu hijab yang memelihara kehormatan kami.
Suatu rahmat bagi kami, kekuatan agama kami, asas umat kami.
Bibir putera-puteri kami mereguk susu di dadamu,
Sejak mula belajar menyebut kalimah La ilaha illallah,
Cintamulah yang mencorakkan pemikiran kami, kata-kata kami, amalan kami,
Panahan kilat kami beradu dalam awanmu,
Berkemilau di gunung, menyapu tanah pamah.

Wahai Muslimah Tinggi, tinggi, keinginan yang bergelut dengan dirimu!
Teladan sempurna,
Fatimah ‘Afifah itu,
Meskipun sekalian makhluk mentaati suruhannya,
Namun ia menenggelamkan iradatnya dalam keredaan suaminya yang salih.
Terdidik tabah dan rendah hati,
Sedang bibirnya mentilawah kitab suci,
Ia memutar kisaran gandum di rumahnya
Insaflah sentiasa akan teladanmu, Fatimah
Agar dahanmu akan membuahkan Hussin yang baharu,
Taman sari kita berkembang mekar dengan zaman kencana.

Sape Paling Canggih

Sape paling canggih...

Tahun lepas sainitis Russia korek
tanah sedalam 100 meter, diorg
terjumpa la kesan wayar copper yg
berusia 1000 tahun... and membuat
kesimpula n bahawa nenek moyang mereka
ade telephone network... .woo bes..

Pas tu, saintis Amerika tak puas ati,
diorg pun korek gak, sedalam 200
meter... diorg lak terjumpe talian
fiber optic lama yg dipercayai berusia
2000 tahun... lalu membuat kesimpulan,
org US 1000 tahun lagi advance dari
org Russia dalam komunikasi telefon yg
lagi canggih dari diorg... ..pergh
canggih.. .

Saintis Malaysia plak try try gak,
diorg korek sedalam 500 meter... pastu
diorg report la, diorg tak jumpe
ape2... ..so diorg wat kesimpulan;
5000t ahun dahulu nenek moyang org
melayu sudah tahu menggunakan
tekno logi wireless! hehehe...
bangga. .bangga MalaysiaBOLEH!! hahaha

Tuesday, June 10, 2008

Mawar Berduri....

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...

Thursday, June 5, 2008

KELEMAHAN ITULAH KECANTIKAN WANITA

"Diciptakan wanita itu, lembut fitrahnya…
Halus kulitnya, manis tuturnya…
Telus hatinya membisik di jiwa…
Bukanlah wanita itu lemah…
Bukanlah wanita itu sering bertemankan…
Tangis dan sendu….

Tetapi disitulah tersimpan kekuatannya..
Menjadi “izzah” yang paling gah..
Malah lebih gah dari keegoaan seorang lelaki..
Lembut wanita bukanlah lemahnya…
Tapi lembut wanita kerana itu senjatanya…
Wanita yang beriman lebih tinggi martabatnya…
Dan wanita yang soleh itu…
Lebih baik dari ribuan lelaki yang soleh…

Bukanlah fitnah kiranya ar-Rijaal dan an-Nisa’
Sama-sama mejaga kehormatan mereka…
Al-Haya’ itu wujud dalam diri setiap insan…
Wujudnya ia seiring dengan nafas insani..
Kerana Al-Haya’ itulah pakaian iman setiap wanita…
Indahnya Al-Haya’…tercipta sebagai pembeteng diri…
Leburnya Al-Haya’, runtuhlah imannya…

Diciptakan wanita ibarat sebiji epal…
Epal yang tidak berkualiti…
Mudah dicari…kerana berguguran di tanah…
Tetapi epal yang tak mampu dicapai…
Epal yang berada di puncak..
Susah dipetik,susah digapai..

Diciptakan wanita itu indah budi pekertinya….
Dari rusuk si lelaki…
bukan dari kaki untuk dialasi…
Bukan dari kepala untuk dijunjung…
Tetapi dekat dibahu untuk dilindung..
Dekat juga di hati untuk dikasihi..
Indahnya wanita seindah mutiara kasih.

Saturday, May 31, 2008

Kisah Nusaibah ...impian hati..


Kisah Nusaibah dan Bayangan Ribuan Malaikat

Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said, sedang berada ditempat tidur. Tiba-tiba Nusaibah mendengar gemuruh bagaikan gunung-gunung batu runtuh. Nusaibah menebak itu pasti tentara musuh, sebab beberapa hari ini ketegangan memuncak disikitar gunung Uhud. Buru-buru Nusaibah masuk kedalam kamar. Suaminya dibangunkan lalu berkata: “abang”, saya mendengar suara aneh menuju gunung Uhud, barangkali orang-orang kafir telah menyerang”.

Said terkejud. Ia menyesal kenapa bukan dia yang mendengar suara itu, malah istrinya, segera ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya, waktu ia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri seraya membawa sebilah pedang. “Bang, bawalah pedang ini, jangan pulang sebelum menang.”

Said memandang dengan bangga tertuju pada istrinya, secara tangkas dinaikinya kuda itu, lalu diderapnya menuju utara, ia langsung terjun ketengah kancah pertempurang yang sedang berkecamuk. Rasulullah melihat itu dan tersenyum kepadanya. Senyum tulus itu semakin mengobarkan keberaniannya.

Di rumah, Nusaibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya yaitu Amar yang baru berusia 15 tahun dan Sa`ad dua tahun lebih mudah dari amar sedang memperhatikan ibunya dengan cemas. Pada detik-detik itulah tiba-tiba muncul seorang penunggang kuda yang tampak sangat gugup. “ibu, salam dari Rasulullah,” kata orang itu sesudah turun. “Suami ibu, Said telah gugur”. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji`un,” gumam nusaibah “Said telah menang perang, terima kasih Allah”.

Setelah pemberi kabar itu berangkat lagi Nusaibah memanggil Amar, “Nak, kau lihat ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar bapakmu telah Syahid, aku sedih karena tak punya apa-apa untuk diberikan pada para pejuang Nabi. Maukah engkau ibumu bahagia? “Amar berdebar-debar mengangguk. “Ambillah kuda dikandang dan bawalah tombak warisan ini. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi,” lanjut Nusaibah.

Mata Amar bersinar-sinar gembira. “Terima kasih ibu, inilah yang Amar tunggu-tunggu dari tadi, Amar was-was kalau-kalau ibu tidak memberikan kesempatan kepadaku”. Putra Nusaibah yang berbadan kurus itu menderapkan kudanya mengikuti jejak ayahnya, didepan Nabi ia memperkenalkan diri, “Saya Amar putra Said, saya datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”

Nabi yang terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, semoga Allah memberkatimu”.

Hari itu pertempuran berlalu dengan cepat, pertempuran berlangsung hingga sore hari, pagi-pagi seorang utusan pasukan Islam berangkat dari kemahnya menuju rumah Nusaibah, tiba disana perempuan tabah itu termangu menunggu berita, “ada kabar apa? Serunya gemetar “anakku gurgur?” utusan itu menunduk dengan sedih “Betul Bu!” “Inna lillah……….,”gumam Nusaibah lalu menangis, “ibu berduka?” tanyanya. “tidak aku gembira, hanya aku sedih siapa lagi yang aku berangkatkan? Saad masih kanak-kanak”.

Mendengar itu Saad yang berada didepannya menyela, ibu jangan meremehkan saya, akan saya tunjukkan bahwa Saad adalah putra ayahnya. Saadpun meloncat keatas kudanya dan menderapnya bersama utusan itu. Nusaibah dengan besar hati melambai-lambaikan tangannya. Di arena pertempuran, Saad yang masih berumur 13 tahun itu betul-betul menunjukkan kemampuannya dalam menggunakan senjata, telah banyak nyawa orang kafir tercabut oleh anak panahnya, hingga tibalah saat itu, sebilah anak panah menancap didadanya.

Saad tersungkur mencium sambil menyerukan “Allahu Akbar!” kembali Rasulullah memberangkatkan utusan kerumah Nusaibah, mendengar berita kematian ini Nusaibah meremang bulu kuduknya, “Hai Utusan” katanya. “Kau saksikan aku sudah tak punya apa-apa lagi, hanya tersisa satu yaitu nyawaku ini, untuk itu izinkan aku ikut kemedan perang bersama kalian,” kata Nusaibah selanjutnya. Tapi ibu perempuan!”, utusan itu mengingatkan. Nusaibah ternyata tersinggung. “apa? Kau remehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan juga tidak ingin masuk Syurga melalui Jihad?”. Maka berangkatlah Nusaibah manaiki kudanya menemui Nabi. Tiba disana Rasulullah menjawab, “Nusaibah yang baik, belum waktunya perempuan mengangkat senjata, untuk sementara ibu kumpulkan obat-obatan dan rawatlah tentara yang terluka, pahalanya sama dengan bertempur”.

Setelah mendengar penjelasan Rasulullah ini, Nusaibah lalu menenteng tas dan berangkatlah ketengah pasukan yang sedang berperang, dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Suatu saat ketika ia menunduk untuk memberi minum yang terluka tiba-tiba terciprat darah kerambutnya, ia menengok, kepala seorang prajurit muslim menggelinding terbabat pedang orang kafir.

Timbul kemarahan Nusaibah menyaksikan kekejaman ini, apalagi dilihatnya Rasulullah terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh. Nusaibah bangkit dengan gagah berani, diambilnya pedang prajurit yang jatuh itu, dinaikinya kudanya lantas ia mengamuk laksana singa betina, musuh banyak yang minggir diserbu kehebatannya puluhan jiwa telah direnggutnya, hingga suatu waktu orang kafir mengendap dibelakang, dan membabat putus lengan kirinya ia terjatuh terinjak-injak kuda.

Peperangan terus berjalan, gelanggang petempuran makin jauh, sehingga tubuh Nusaibah terongok sendirian, tiba-tiba lewat Ibnu Mas`ud mengendarai kudanya, mengawasi kalau-kalau ada orang yang bisa ditolongnya, sahabat itu melihat seongok tubuh bergerakgerak dengan payah, segera didekatinya, dipercikkannya air ketubuh itu, akhirnya Ibnu Mas`ud mengenalinya “istri Saidkah kamu?” Nusaibah samara-samar melihat penolongnya, lalu bertanya “bagaimana keadaan Rasulullah? Selamatkah beliau?”. Ibnu Mas`ud menjawab “beliau tidak kekurangan sesuatu apapun”. Engkau Ibnu Mas`ud bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku”. Engkau masih terluka parah Nusaibah”. “jadi engkau menghalangiku membela Rasulullah? Boleh atau tidak?” terpaksa sahabat itu memberikan kuda dan senjatanya.

Dengan susah payah Nusaibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya ke pertempuran. Banyak pula musuh yang dijungkir-balikkan, namun karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Robohlah perempuan itu diatas pasir, darahnya membasahi tanah yang dicintainya. Tiba-tiba langit berubah hitam mendung, padahal tadinya terang benderang, pertempuran berhenti sejenak, Rasulullah kemudian berkata “kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para Malaikat yang beribu-ribu jumlahnya berduyun-duyun menyambut arwah Nusaibah, wanita yang perkasa”. Nusaibah namanya terukir dengan tinta emas dalam sejarah Islam sebagai wanita yang tegar dalam berperang serta membela Agama Allah..

Tuesday, May 27, 2008

Santapan rohani

'' Hendaklah engkau menjadi orang yang berilmu atau yang belajar atau mendengar ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang ke empat yakni yang tidak termasuk salah seorang dari kelompok orang di atas agar engkau tidak binasa." (Abu Darda)